
Oleh: Siti Aminah
Sebelum meminta dan berkeluh kesah kepada manusia, kamu harus menyiapkan mental, mental untuk di marahi tapi tidak di bantu, di marahi dulu baru di bantu, di PHP, sakit tentunya apalagi kalau hanya di PHP in saja, kita sudah berharap banyak ternyata zonk.
Agar tak terluka maka berharap dan memintalah kepada Allah ﷻ.
Dari Ibnu Mas'ud radiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
من أصابته فَاقَة فأنْزَلها بالناس لم تُسَدَّ فَاقَتُهُ، ومن أنْزَلها بالله، فَيُوشِكُ الله له بِرزق عاجل أو آجل
"Siapa didera kefakiran, lalu mengadukannya kepada manusia, maka kefakirannya tidak akan terpenuhi. Dan siapa mengadukan kefakirannya kepada Allah, maka pasti Allah akan segera memberinya rezeki, cepat atau lambat." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, shahih)
Ibnu Mas'ud raḍiyallahu 'anhu mengabarkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Siapa didera kesulitan," yaitu kebutuhan yang mendesak. Kata tersebut banyak digunakan untuk menunjukkan kefakiran dan kesempitan hidup. "Lalu mengadukannya kepada manusia," yakni memperlihatkan dan menampakkannya dengan cara mengadu kepada mereka serta meminta agar mereka menghilangkannya.
Hasilnya, "maka kefakirannya tidak akan terpenuhi." Yakni, kebutuhannya tidak akan terpenuhi dan akan tetap dalam kefakiran. Setiap kali kebutuhannya terpenuhi, maka datang kebutuhan lain yang lebih dahsyat lagi. Sedangkan "siapa mengadukan kefakirannya kepada Allah," dengan cara bersandar dan meminta kepada Tuhannya (sambil berusaha), maka pasti Allah akan memberinya rezeki yang cepat (di dunia) dengan harta dan kekayaan, atau lambat di akhirat.
والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”